Rabu, 10 Oktober 2012

makalah manajemen peserta didik


Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik
 (diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Peserta Didik)

Tim Dosen :
Dra. Yati Siti Mulyati, M.Pd
Dr. Eka Prihatin, M.Pd



Disusun oleh
kelompok 8 :

Cahyo Budi Santoso             (1104421)
Dea Pasundan Sudarman (1105877)
Elia Dian Permatasari (1106312)
Ika Machmudah (1105149)
Rika Nurul Qodaria (11017380)

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2012



KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Illahirabbi, atas hidayah dan karunia-Nya, shalawat beserta salam kepada Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah penulis telah menyelesaikan makalah ini, yang melaporkan tentang Konsep Dasar Manajemen Pendidikan. Adapun makalah ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Peserta Didik.
Pada kesempatan ini, penulis menyusun makalah ini berdasarkan hasil rangkuman dari beberapa sumber yang membahas tentangkonsep dasar manajemen peserta didik. Penulis mengucapkan terima kasih yang setinggi - tingginya kepada semua pihak atas bantuan dan kerja sama yang baik.
            Penulis menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dalam segi isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan-masukan untuk perbaikan pelaporan selanjutnya.
           


BANDUNG,   OKTOBER 2012

                                                                                                PENULIS






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                                                           1
DAFTAR ISI                                                                                                                          2
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                    
            1.1 Latar Belakang                                                                                                      3
            1.2 Rumusan Masalah                                                                                                 4
            1.3 Tujuan Masalah                                                                                                     4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli                                                           5
2.2 Pengertian Peserta Didik                                                                                      6
2.3 Kewajiban Peserta Didik                                                                                      7
            2.4 Etika Peserta Didik                                                                                               9
BAB III ISI
            3.1 Pengertian Manajemen                                                                                          11
            3.2 Pengertian Peserta Didik                                                                                        12
            3.3 Pengertian Manajemen Peserta Didik                                                                     13
            3.4 Dasar – Dasar Manajemen Peserta Didik                                                               13
            3.5 Tujuan Manajemen Peserta Didik                                                                          14
            3.6 Peranan Manajemen Peserta Didik                                                                         15
            3.7 Prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik                                                              16
            3.8 Pendekatan Manajemen Peserta Didik                                                                   17
            3.9 Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik                                                             17
BAB IV PENUTUP
            4.1 Kesimpulan                                                                                                                       20
            4.2 Saran                                                                                                                     20
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Keberhasilan dalam penyelanggaraan lembaga pendidikan (sekolah) akan sangat bergantung kepada manajemen komponen-komponen pendukung pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan, tenaga pelaksana, dan sarana prasarana. Komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah), artinya bahwa satu komponen tidak lebih penting dari komponen lainnya. Akan tetapi satu komponen memberikan dukungan bagi komponen lainnya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
Komponen peserta didik keberadaannya sangat dibutuhkan, terlebih bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus obyek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Oleh karena itu keberadaan peserta didik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi harus merupakan bagian dari kebermutuan dari lembaga pendidikan (sekolah). Artinya bahwa dibutuhkan manajemen peserta didik yang bermutu bagi lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri. Sehingga peserta didik itu dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan  kejiwaan peserta didik.
Kebutuhan peserta didik dalam mengembangakan dirinya tentu saja beragam dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para peserta didik ingin sukses dalam hal prestasi akademiknya, disisi lan ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingi sukses dalam segala hal. Pilihan-pilihan yang tepat atas beragaman keinginan tersebut tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Oleh karena itu diperlukan layanan bagi peserta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik tersebut mendaftarkan diri ke sekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studi sekolah tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Materi yang akan dibahas dalam makalah ini adalah “Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik”. Untuk memberikan kejelasan serta menghindari keluasan pembahasan, maka makalah yang kami bahas adalah :
1.      Pengertian Manajemen Peserta Didik
2.      Dasar-dasar Manajemen Pesera Didik
3.      Tujuan Manajemen Peserta Didik
4.      Peranan Manajemen Peserta Didik
5.      Prinsip Manajemen Peserta Didik
6.      Pendekatan Manajemen Peserta Didik
7.      Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Pengertian dari Manajemen Peserta Didik
2. Untuk mengetahui Dasar-dasar Manajemen Peserta Didik
3. Untuk mengetahui Tujuan Manajemen Peserta Didik
4. Untuk mengetahui Peranan Manajemen Peserta Didik
5. Untuk mengetahui Prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik
6. Untuk mengetahui Pendekatan Manajemen Peserta Didik
7. Untuk mengetahui Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
1.      Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain.
2.      Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai
·         kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
·         proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
·         orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
3.      Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management“ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
4.      Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
5.      Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
6.      Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7.      Menurut  R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
8.      Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
9.      Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
http://carapedia.com/pengertian_definisi_manajemen_menurut_para_ahli_info404.html
2.2 Pengertian Peserta Didik
Secara etimologi peserta didik dalam bahasa arab disebut dengan Tilmidz jamaknya adalah Talamid, yang artinya adalah “murid”, maksudnya adalah “orang-orang yang mengingini pendidikan”. Dalam bahasa arab dikenal juga dengan istilah Thalib, jamaknya adalah Thullab, yang artinya adalah “mencari”, maksudnya adalah “orang-orang yang mencari ilmu”.
Namun secara definitif yang lebih detail para ahli teleh menuliskan beberapa pengertian tentang peserta didik. Peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memilki sejumlah potensi (kemampuan) dasar yang masih perlu dikembangkan.[1]
Dari definisi-definisi yang diungkapkan oleh para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah orang yang mempunyai fitrah (potensi) dasar, baik secara fisik maupun psikis, yang perlu dikembangkan, untuk mengembangkan potensi tersebut sangat membutuhkan pendidikan dari pendidik.
Samsul Nizar, sebagaimana yang dikutip oleh Ramayulis mengklasifikasikan peserta didik sebagai berikut:
a.       Peserta didik bukanlah miniature orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri.
b.       Peserta didik memiliki periodisasi perkembangan dan pertumbuhan.
c.       Peserta didik adalah makhluk Tuhan yang memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh faktor bawaan maupun lingkungan dimana ia berada.
d.      Peserta didik merupakan dua unsur utama jasmani dan rohani, unsur jasmani memiliki daya fisik dan unsur rohani memiliki daya akal hati nurani dan nafsu.
e.       Peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis.[2]

Peserta didik juga dikenal dengan istilah lain seperi Siswa, Mahasiswa, Warga Belajar, Pelajar, Murid.
a.       Siswa adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
b.      Mahasiswa adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi.
c.       Warga Belajar adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
d.      Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah maupun tingkat atas.
e.       Murid memiliki definisi yang hampir sama dengan pelajar dan siswa.
Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik.
Sesuai dengan fitrahnya manusia adalah makhluk berbudaya, yang mana manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak mengetahui apa-apa dan ia mempunyai kesiapan untuk menjadi baik atau buruk.
[1] Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Ciputat Press. 2002), hlm. 25.
[2] Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta : Ciputat Press. 2002), hlm. 20.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta : Kalam Mulia, 2008), hlm. 36.

2.3 Kewajiban Peserta Didik
Peserta didik mempunyai kewajiban, diantaranya yaitu menurut UU RI No. 20 th 2003:
a.       Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.
b.       Ikut menanggung biaya pendidikan kecuali bagi yang dibebaskan dari kewajiban tersebut.[1]
Dalam buku yang ditulis oleh Rama yulis, menurut Al-Ghozali ada sebelas kewajiban peserta didik, yaitu :
1.  Belajar dengan niat ibadah, sehingga dalam kehidupan sehari-hari anak didik dituntut untuk mensucikan jiwanya dari akhlak yang rendah dan watak yang tercela.
2. Bersikap rendah hati dengan cara meninggalkan kepentingan pribadi untuk kepentingan pendidikannya.
3.      Menjaga pikiran dan pertantangan yang timbul dari berbagai aliran.
4.      Mempelajari ilmu – ilmu yang terpuji, baik untuk ukhrowi maupun untuk duniawi.
5.  Belajar dengan bertahap dengan cara memulai pelajaran yang mudah menuju pelajaran yang sukar.
6.    Belajar ilmu sampai tuntas untuk kemudian hari beralih pada ilmu yang lainnya, sehingga anak didik memiliki spesifikasi ilmu pengetahuan secara mendalam.
7.      Mengenal nilai-nilai ilmiah atas ilmu pengetahuan yang dipelajari.
8.      Memprioritaskan ilmu diniyah sebelum memasuki ilmu duniawi.
9.    Mengenal nilai-nilai pragmatis bagi suatu ilmu pengetahuan, yaitu ilmu yang dapat bermanfaat dalam kehidupan dinia akherat.
10.  Anak didik harus tunduk pada nasehat pendidik.[2]
Menurut Asma Hasan Fahmi, sebagai mana yang dikutip oleh samsul nizar, menuliskan beberapa kewajiban peserta didik antara lain :
1)      Peserta didik hendaknya membersihkan hatinya sebelum menuntut ilmu, hal ini disebabkan karena menuntut ilmu adalah ibadah dan tidak sah ibadah kecuali dengan hati yang bersih.
2)      Tujuan belajar hendaknya ditujukan untuk menghiasi ruh dengan berbagai sifat keutamaan.
3)      Memiliki kemampuan yang kuat untuk mencari dan menuntut ilmu diberbagai tempat.
4)      Setiap peserta didik wajib mengormati pendidiknya.
5)      Peserta didik hendaknya belajar secara sungguh-sungguh dan tabah dalam belajar.[3]
Selain yang ditulis oleh Asma Hasan Fahmi diatas, pengembara Ibnu Zubeir, menambahkan, kewajiban yang harus senantiasa diperhatikan oleh peserta didik adalah jangan pernah meremehkan suatu ilmu yang telah diberikan.[4]
[2] Abd. Mujid dalam Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta:Kalam Mulia, 2004), hlm. 98. Lihat http://misbakhudinmunir.wordpress.com/2010/07/14/peserta-didik-dalam-pendidikan-islam/
[3] Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta ; Ciputat press. 2002). hlm. 38.

2.4 Etika Peserta Didik
Agar peserta didik mendapatkan keridhoan dari Tuhan YME dalam menuntut ilmu, maka peserta didik harus mampu memahami etika yang harus dimilkinya, yaitu:
a.       Peserta didik hendaknya senantiasa membersihkan hatinya sebelum menuntut ilmu.
b.      Tujuan belajar hendaknya ditujukan untuk menghiasi roh dengan berbagai sifat keutamaan.
c.       Memiliki kemauan yang kuat untuk mencari dan menuntut ilmu di berbagai tempat.
d.      Setiap peserta didik wajib menghormati pendidiknya.
e.       Peserta didik hendaknya belajar secara sungguh-sungguh dan tabah.[1]
Namun etika peserta didik tersebut perlu disempurnakan dengan empat akhlak peserta didik dalam menuntut ilmu, yaitu :
1.      Peserta didik harus membersihkan hatinya dari kotoran dan penyakit jiwa sebelum ia menuntut ilmu, sebab belajar merupakan ibadah yang harus dikerjakan dengan hati yang bersih.
2.      Peserta didik harus mempunyai tujuan menuntut ilmu dalam rangka menghiasi jiwa dengan sifat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah.
3.  Seorang peserta didik harus tabah dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan sabar dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang datang.
4.      Seorang harus ikhlas dalam menuntut ilmu dengan menghormati guru atau pendidik, berusaha memperoleh kerelaan dari guru dengan mempergunakan beberapa cara yang baik.[2]

BAB III
ISI

3.1 Pengertian Manajemen
Menurut Harold koontz dan Cyril O’Donel mendefinisikan manajemen sebagai usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.                     
Menurut Andrew F. Sikul mengemukakan bahwa manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Menurut (George R. Terry, 1986 : 4) Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindsakan-tindakan : Perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan poengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain.
Menurut (Prajudi Atmosudirdjo,1982 : 124) Manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu.
Menurut (Sondang P. Siagian. 1997 : 5) Manajemen dapat didefinisikan sebagai ‘kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain’. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama administrasi.
Menurut B. Suryobroto, manajemen adalah penggunaan efektif sumber-sumber tenaga manusia dan bukan manusia serta bahan material lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut The liang Gie memberikan batasan manajemen sebagai segenap perbuatan menggerakan sekelompok orang atau mengarahkan segala fasilitas dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut H. Malayu S.P. Hasibuan, manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatau tujuan tertentu.

3.2 Pengertian Peserta Didik

Menurut ketentuan umum Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di maksud peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Menurut Oemar Hamalik bahwa peserta didik adalah suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pemdidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Menurut Abu Ahmadi peserta didik adalah sosok manusia sebagai individu/pribadi (manusia seutuhnya). Individu diartikan “orang seorang tidak tergantung dengan orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, mempunyai sifat-sifat dan keinginan sendiri”

Menurut ketentuan umum Undang-Undang RI No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional bahwa peserta didik adalah anggota masnyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.


3.3 Pengertian Manajemen Peserta Didik
       
Menurut Knezevich, 1961 yang dimaksud manajemen peserta didik atau pupil personel administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti : pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.

Manajemen peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.

Menurut Hendayat Soetopo dan Wasty Soemanto, 1982 bahwa manajemen peserta didik adalah suatu penataaan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik, yaitu mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga.

Manajemen peserta didik menunjukan kepada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik semenjak dari proses penerimaan sampai saat peserta didik meninggalkan sekolah karena sudah tamat mengikuti pendidikan pada sekolah itu.

3.4 Dasar – Dasar Manajemen Peserta Didik

Secara herarki, manajemen peserta didik memiliki dasar hukum sebagai berikut :
1.      Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa pemerintah Negara Indonesia harus dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2.      Begitu pula dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah mewajibkan setiap warga Negara untuk mengikuti pendidikan dasar 9 tahun dan pemerintah wajib membiayai.
3.      Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional  yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang tentu saja diatur dalam undang-undang.
4.      Dan sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

3.5 Tujuan Manajemen Peserta Didik

Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatann tersebut menunjang proses pembelajaran dilembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancer, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Tujuan khusus manajemen peserta didik adalah sebagai berikut ;
1.      Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotot peserta didik.
2.      Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
3.      Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
4.      Dengan terpenuhnya hal tersebut diharapkan peserta didik dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.

Fungsi Manajemen Peserta Didik secara umum adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi pesrta didik lainnya.

Fungsi Manajemen Peserta Didik secara khusus adalah sebagai berikut :
1.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat, potensi bawaan tersebut meliputi : kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus dan kemampuan lainnya.
2.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan teman sebayanya, dengan orang tua, keluarga, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakat. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat peserta didik sebagai makhluk sosial.
3.      Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik tersalurkan hobinya, kesenangan dan minatntya karena hal itu dapat menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4.      Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik, hal itu sangat penting karena kemungkinan dia akan memikirkan pula kesejahteraan teman sebayanya.

3.6 Peranan Manajemen Peserta Didik
1.      Peranan Peserta Didik
a.       Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin kelangsungan proses pendidikan
b.      Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Peranan peserta didik menurut beberapa aliran filsafat pendidikan adalah sebagai berikut :
a.       Aliran idealisme : bebas mengembangkan bakat dan kepribadiannya.
b.      Aliran realisme : peranan peserta didik adalah penguasaan pengetahuan yang dapat berubah-ubah. Dalam hubungannya dengan disiplin, tata cara yang baik sangat penting dalam belajar. Peserta didik perlu mempunyai disiplin mental dan moral untuk setiap tingkat kebijakan.
c.       Aliran scolatisisme ; peserta didik berperan pasif, karena pengajaran berpusat pada guru.
d.      Aliran empirisme : peserta didik berperan pasif, karena pengajaran berpusat pada guru.
e.       Aliran pragmatism : peserta didik adalah sebuah organisasi yang mapu tumbuh.
f.       Aliran neopositivisme : peserta didik kurang dilengkapi dengan insting, tetapi mempunyai kemampuan terpendam yang memungkinkan dirinya untuk berpikir pada tingkatan yang tertinggi. Peserta didik tidak hanya pasif menerima bantuan, tetapi aktif melakukan latihan dan peniruan.

3.7 Prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik

Prinsip adalah pedoman yang harus diikuti dalam melaksanakan tugasnya. Prinsip manajemen peserta didik adalah pedoman yang harus diikuti  dalam melakukan pengelolaan peserta didik, prinsip-prinsip tersebut adalah ;
1.      Manajemen peserta didik sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah, sehingga harus mempunyai kesamaan visi, misi dan tujuan manajemen sekolah secra keseluruhan. Penempatan manajemen peserta didik ditempatkan pada kerangka manajemen sekolah, tidak boleh ditempatkan diluar sistem sekolah.
2.      Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik harus mengemban visi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik
3.      Kegiatan manajemen peserta didik harus diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya bakat perbedaan. Perbedaan diantara peserta didik tidak diarahkan pada konflik diantara mereka, akan tetapi justru untuk mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
4.      Kegiatan manajemen peserta didik harus dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbing peserta didik, disini diperlukan kerjasama yang baik dan harmonis anatara pembimbing dan yang dibimbing atau peserta didik.
5.      Kegiatan manajemen peserta didik harus mendorong dan memacu kemandirian peserta didik, dimana kemandirian ini akan memotivasi anak untuk tidak selalu tergantung  pada orang lain, dan dapat melakukan segala kegiatan secara mandiri. Hal itu sangat bermanfaat bagi peserta didik baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
6.      Segala kegiatan yang diupayakan oleh manajemen peserta didik harus bersifat fungsional bagi kehidupan peserta didik di sekolah maupun bagi masa depannya.

3.8  Pendekatan Manajemen Peserta Didik
(Yaeger,1949) yang dikutip oleh Ali Imron (2004), mengemukakan bahwa ada dua pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta didik yaitu pendekatan  kuantitatif dan pendekatan kualitatif.

Pendekatan kuantitatif menitikberatkan pada segi administrative dan birokkratik lembaga pendidikan, dimana peserta didik diharapkan memenuhi segala tuntutan dan harapan lembaga pendidikan dengan asumsi bahwa apabila peserta didik memenuhi segala aturan, tugas harapan yang diinginkan oleh lembaga pendidikan maka akan menjadikan peserta didik yang berjiwa matang dan tercapai segala harapannya.

Pendekatan kualitatif menitikberatkan pada kesejahteraan peserta didik, dengan asumsi bahwa jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik dan merasa senang untuk mengembangkan diri di sekolah. Pendekatan ini menekankan pada perlunya lingkungan yang kondusif dan menyenangkan bagi pengembangan diri secara optimal.
Kedua pendekatan tersebur memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, akan tetapi kita dapat mengawinkan kedua pendekatan tersebut sehingga memunculkan pendekatan baru yang berpijak pada perlunya disediakan lingkungan yang kondusif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, tetapi perlu tetap dipegang kendali kedisiplinan yang tinggi dengan memperhitungkan kehadiran, tugas dan pemenuhan aturan sekolah yang berlaku, hal itu agar proses pembelajaran berjalan dengan tertib, disamping menekankan bahwa untuk menjadi masyarakat yang terdepan diperlukan kedisiplinan.

3.9 Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik
1.      Perencanaan peserta didik
a.       Sensus sekolah
b.      Penentuan jumlah peserta didik yang diterima
2.      Penerimaan peserta didik
a.       Kebijakan dalam penerimaan peserta didik
b.      Sistem penerimaan peserta didik yang baru
c.       Orientasi
3.      Pengelompokan peserta didik
a.       Kelas
b.      Bidang studi
c.       Spesialisasi
d.      Sistem kredit
e.       Kemampuan
f.       Minat
4.      Kehadiran peserta didik
a.       Rekap kehadiran
b.      Faktor-faktor penyebab ketidakhadiran
c.       Sumber-sumber penyebab ketidakhadiran
5.      Pembinaan disiplin peserta didik
a.       Pengertian disiplin
b.      Beberapakonsepsi tentang disiplin kelas
c.       Beberapa teknik pembinaan disiplin kelas
6.      Kenaikan kelas dan penjurusan
a.       Pendaftaran nilai siswa lengkap dan objektif
b.      Pendayagunaan fungsi dan peranan bimbingan dan penyuluhan (BP)
7.      Perpindahan peserta didik
a.       Perpindahan pserta didik dari suatu sekolah ke sekolah lain yang sejenis
b.      Perpindahan peserta didik dari suatu jenis program ke program lain
8.      Kelulusan dan alumni
a.       Kelulusan
b.      Alumni
9.      Kegiatan ekstra kelas
a.       Kegiatan ekstra kurikuler
b.      Kegiatan ko kurikuler
10.  Tata laksana manajemen peserta didik
a.       Pengertian tata laksana
b.      Manfaat tata laksana
c.       Jenis-jenis tata laksana
11.  Peranan kepala sekolah dalam manajemen peserta didik
12.  Mengatur layanan peserta didik
a.       Layanan bimbingan akademik dan administrative
b.      Layanan bimbingan dan konseling
c.       Layanan kesehatan
d.      Layanan kafetaria
e.       Layanan koperasi
f.       Layanan perpustakaan
g.      Layanan laboratorium
h.      Layanan asrama
i.        Layanan transportasi

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kegiatan manajemen peserta didik merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah. Program-program kegiatan manajemen kepeserta didikan yang diselenggarakan harus didasarkan kepada kepentingan dan perkembangan dan peningkatan kemampuan peserta didik dalam bidang kognitif, afektif dan psikomotor dan sesuai dengan keinginan, bakat dan minat peserta didik. Pengadaan program kegiatan manajemen kepeserta didikan diharapkan dapat menghasilkan keluaran yang bermutu.
Penyelenggaraan sekolah yang bermutu perlu didukung oleh ketersediaan layanan kepada peserta didik yang layak dan memadai dalam kuantitas maupun kualitasnya. Mengingat penyelenggaraan sekolah terus mengalami perubahan dan perkembangan, maka manajemen peserta didik yang ada di sekolah tersebut perlu melakukan inovasi yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang ada, agar kegiatan manajemen peserta didik bisa mendukung keterlaksanaan program sekolah dan tercapainya tujuan pendidikan secara umum sebagaimana termaktub dalam UU sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003.
4.2 Saran
Bagi peserta didik harus senantiasa menjalankan kewajiban-kewajiban dan etika-etika yang ada dalam menuntut ilmu, supaya dalam menuntut ilmu mendapatkan kemudahan dan dapat tercapai apa tujuan dari peserta didik itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Abd. Mujid dalam Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta:Kalam Mulia, 2004), hlm. 98.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta : Kalam Mulia, 2008), hlm. 36.
Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Ciputat Press. 2002), hlm. 25.
Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta : Ciputat Press. 2002), hlm. 20
Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta ; Ciputat press. 2002). hlm. 38.
http://carapedia.com/pengertian_definisi_manajemen_menurut_para_ahli_info404.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar